Komunitas : Tempat berbagi dan ‘Zona Nyaman’


Manusia pada dasarnya tidak dapat hidup sendiri, pepatah ini benar adanya dan tidak dapat di ganggu gugat. Karena kesadaran inilah yang menyebabkan timbulnya KOMUNITAS. Komunitas sendiri PASTI memiliki VISI dan MISI yang harus di kerjakan oleh SETIAP anggotanya, tanpa terkecuali.

Komunitas yang suportif adalah komunitas yang tidak memangdang latar belakang, agama, suku, ras dan harta dari yang dimiliki oleh anggota. Komunitas lebih ke arah SIMBIOSIS MUTUALISME, bukan merugikan beberapa pihak.

Selain itu, komunitas juga merupakan tempat BERBAGI, mulai dari ilmu, masalah hingga solusinya, pengalaman, harta, dan sebagainya. Namun ada beberapa yang menganggap bahwa komunitas hanyalah tempat nongkrong – sekedar menghabiskan waktu – bahkan saking asyiknya, mereka larut dalam Zona Kenyaman.

Ini yang terjadi pada beberapa komunitas yang saya ikuti. Pergeseran ini disebabkan karena tidak adanya VISI dan MISI yang jelas, kebanyakan mereka hanya membahas yang itu-itu saja tanpa memikirkan bagaimana nanti ini komunitas dapat berjalan ke arah yang lebih baik.

Pikirkanlah beberapa tahun ke depan, komunitas Anda – baik yang Anda ikuti ataupun yang Anda pimpin – akan menjadi apa nantinya? Hilangkah karena di telan Bumi? Sukses mencapai target? Atau bahkan BUBAR?

Guys, semua itu bisa terjadi. Dan langkah yang menentukan ‘ending’ tersebut berasal dari MASA KINI. Kalau saat ini komunitas Anda tidak melakukan hal yang membuat komunitas selangkah lebih maju mencapai target (VISI dan MISI), FUCKED UP.

Komunitas juga bukan sekedar berTEORI belaka tanpa ada PRAKTEKnya di lapangan. Contoh, Komunitas IT membahas tentang cara membuat AntiVirus tercanggih tanpa ada PRAKTEKnya sama sekali, bullshit kalau AntiVirus itu dapat tercipta secara NYATA.

Untuk mencapai GOAL, perlu TINDAKAN nyata.

Kalau saat ini kehidupan romansa Anda bagus dan Anda di kelilingi oleh para anggota sesama komunitas yang suportif, itu sudah hebat. Namun jika ketika sedang ngumpul yang di bahas hanyalah TEORI belaka, FUCKED UP. Apalagi kalau komunitas itu hanya menjadi Zona Kenyaman Anda, ijinkan saya untuk memukul jidat Anda.

Lakukan apa yang perlu Anda lakukan sebagai anggota komunitas yang aktif. Ingat, masing-masing mempunyai perannya sendiri. Ada yang berperan sebagai anggota, ada yang menjadi ketua, sekretaris, bendahara, dan lain-lain. Jangan campuri peran orang lain jika Anda tidak tahu benar apa yang dia urus.

Maintenance yourself first

Social coach,

VJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s